KTQS # 2337 IKTIKAF BAGI WANITA

KTQS # 2337

IKTIKAF BAGI WANITA

Wanita dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan untuk mencari kebaikan dan meraih keutamaan lailatul qadr, sama seperti laki-laki.

Bahkan, pada 10 malam terakhir ini, laki-laki dianjurkan membangunkan istrinya untuk melaksanakan shalat malam.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malam, dan membangunkan istri (keluarga)nya.” (HR. Al-Bukhari No. 2024, Muslim No. 1174)

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selalu ber-i’tikafpada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Sepeninggal beliau, istri-istri beliaupun melakukan i’tikaf.” (HR. Al-Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Hukum- hukum yang berkaitan dengan i tikaf bagi wanita

Harus dengan izin suami
Patuh Ketika suami meminta istri membatalkan i’tikaf-nya
I’tikaf hanya boleh dilakukan di dalam masjid
Wanita yang ber-i tikaf di masjid harus dalam ruang tertutup
Sibuk dengan ketaatan
Boleh keluar jika mendesak
Istihadah, boleh i tikaf
Boleh temui suami di tempat
i’tikaf
Menutup Aurat: Wanita yang ber-i’tikaf harus menutup aurat dengan sempurna.
Menjaga Kehormatan: Wanita yang ber-i’tikaf harus menjaga kehormatan diri dan tidak mengganggu orang lain.

Hal yang Membatalkan I’tikaf:
Berhubungan suami istri.
Haid atau nifas.
Keluar dari masjid tanpa izin atau alasan syar’i.
Murtad.

DI DALAM KEBISINGAN TERDENGAR SUARA KEPALA

DI DALAM KEHENINGAN TERDENGAN SUARA HATI

Mari Berhenti Sejenak, Hanya Sepuluh Hari Dari Tiga Ratus Enam Puluh Lima Hari Dalam Satu Tahun Yang Menyibukkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *