KTQS # 2310 DOA PALING MUSTAJAB TERBANGUN DITENGAH MALAM

KTQS # 2310

DOA PALING MUSTAJAB TERBANGUN DITENGAH MALAM

Doa nya adalah,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ للهِ، وسُبْحَانَ اللهِ، ولاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ،ولاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikala lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar, walaa haula walaa quwwata illa billaah

Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla ; Maha suci Allah ; Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah ; Allah Maha besar ; Tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Kemudian setelah itu berdoa dan bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla sekehendak hatinya. Allah akan mengabulkan doanya.

Faidah :

Doa ini dibaca saat terbangun, sebelum melakukan aktifitas apapun.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa barangsiapa terbangun dari tidurnya di malam hari lalu membaca doa di atas, kemudian setelah itu dia berdoa atau memohon ampun, niscaya doanya akan diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan jika dia bangun berwudlu lalu mengerjakan shalat, maka niscaya shalatnya diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

Ibnu Batthal rahimahullah mengatakan bahwa seyogyanya orang tahu hadits ini untuk mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya dalam mengamalkannya

Ketika menjelaskan hadits ini, al-hafizh Ibnu Hajar rahimahullah membawakan sebuah faidah yang menarik terhadap dzikir ini.

Dari Abu Abdillah al-farabri rahimahullah mengatakan, “Saya membaca dzikir ini ketika aku terbangun, kemudian setelah itu aku tidur. Dalam tidur itu, aku didatangi oleh seseorang dan membacakan ayat:

وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang Terpuji”. (QS. Al-Hajj/22:24)

Masya Allah.

(Diangkat dari Fiqhul Ad’iyati wal Adzkar, Syaikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin al-Badr, 3/80)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *