KTQS # 2302
RIWAYAT BATIL : BERTABARUK PADA KUBUR
Imam Ibnul Qayyim berkata:
“Hikayat yang dinukil dari Imam Syafi’i bahwa beliau berdoa di samping kuburan Abu Hanifah merupakan suatu kedustaan yang nyata.” (Ighatsatul Lahfan 1/246)
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah
menyebutkan:
“Kebohongan ini telah diketahui sebagai kebohongan yang terpaksa dilakukan oleh orang yang mengetahui akan seluk beluk penukilan, ketika Imam Syafi’i datang ke baghdad di baghdad tidak terdapat kuburan sebagai tempat khusus untuk berdo’a, bahkan ini tidak pernah terjadi pada masa Syafi’i,
Syafi’i telah melihat hijaz, Yaman, Irak, Mesir, dan kubur kubur para nabi, Sahabat, Tabi’in, dan orang yang mulia menurut dia dan kaum muslimin dari pada Imam Abu Hanifa dan yang sepertinya dari kalangan Ulama, lalu kenapa Imam Syafi’i hanya berdo’a kepadanya.
Dan sebagai mana yang diketahui dari kitab-kitabnya imam syafi’i, telah menjadi ketetapan Haramnya mengagung-agungkan kuburan para makhluk karna khawatir akan terjadi fitnah,
Dan sesungguhnya orang yang mengarang riwayat seperti ini adalah orang yang dangkal llmunya dan agamanya, boleh jadi riwayat ini di dapat dari orang yang tidak dikenal. (Dinukil dari kitab Kutubun, Akhbarun, Rijaalun, Ahaadits tahtal mijhar)
Sebagian orang menggunakan riwayat ini sebagai dalil halalnya bertabarruk kepada kubur.
Sungguh ini suatu kejahilan.
Allahu’alam
Catatan : Pengertian Tabarruk diatas adalah dipahami sebagai kegiatan mencari berkah melalui kubur manusia yang dianggap suci.
SISIPAN
Jangan Remehkan
Berwudhu Sebelum Tidur
Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'”. (HR. Ibn Hibban 3/329)

