KTQS # 2301 QAILULLAH SEBELUM ATAU SETELAH DHUHUR?

KTQS # 2301
QAILULLAH SEBELUM ATAU SETELAH DHUHUR?

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1:12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no.1647)

Dalam Kamus Lisanul Arab dijelaskan makna qailulah secara bahasa ialah:

القيلولة نومة نصف النهار
Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang

(Lisanul Arab 11/557, Dar Shadir, Beirut, cet.Ill, 1414 H, syamilah)

Karena diterjemahkan qailulah dengan “tidur siang” maka banyak yang menyangka qailulah mesti harus tidur.

Yang Shahih ialah, qailulah tidak mesti harus tidur, istirahat pada siang hari sudah termasuk qailulah.

Ash-Shan’ani rahimahullah berkata:

“Qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.” (Subulus Salam 1/398, darul Hadits, syamilah)

Lalu kapankah waktu qailulah tersebut…?
Ada dua pendapat :
Sebelum Zhuhur.
Setelah Zhuhur.

Yang rajih, yang lebih kuat (Insya Allah) waktunya setelah Dhuhur
& Sebagaimana di jelaskan oleh sahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallahu’anhu:

“Dahulu kami di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah ber- Qailulah atau makan siang kecuali setelah jumatan”.
(HR. Bukhori dan Muslim)

MENGUMUMKAN BARANG YANG HILANG DIMASJID

Kaum muslim tidak diperkenankan untuk mencari barang hilang dengan cara mengumumkannya di masjid. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan dalam buku ‘Fikih Empat Madzhab Jilid 1′ karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim:

“Apabila kalian melihat ada seseorang yang mengumumkan kehilangannya di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: laa raddahallaahu’alaik (semoga Allah tidak mengembalikan barang yang hilang itu kepadamu”. (HR.
Muslim)

Hal tersebut menunjukkan saat kehilangan barang, dianjurkan bagi setiap muslim untuk tidak mengumumkannya di masjid.

Seseorang yang kehilangan barang dapat berikhtiar dengan mencoba mencarinya dan banyak-banyak mengamalkan doa.

Lantas seperti apa doa mencari barang yang hilang?

اللَّهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ إِجْمَعْ بَيْنِي
وَبَيْنَ ضَالَتِي فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

“Allaahumma yaa jaami’an naasi li yaumin laa raiba fii- hi, ijma’ bainii wa baina dhaallati fii khairin wa ‘aafiyah.”

Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan ‘afiyah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *