KTQS # 2284 NABI MUHAMMAD ADALAH PEKERJA KERAS SEJAK REMAJA

KTQS # 2284

NABI MUHAMMAD ADALAH PEKERJA KERAS SEJAK REMAJA

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak usia muda, telah aktif bekerja, bahkan menunjukkan karakter yang luar biasa yang kelak menjadi inspirasi bagi kita umatnya.

Seperti halnya para Nabi sebelum beliau, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bekerja sebagai penggembala di Makkah, di daerah Bani Sa‘d. Beliau menggembala domba-domba di pegunungan, menjalani hari-harinya di alam terbuka, yang mengajarkan ketekunan, kesabaran, serta kedekatan dengan alam.

Profesi ini memang sederhana, namun sangatlah penting dalam membentuk karakter beliau yang kuat dan penuh kasih sayang, sekaligus melatih tanggung jawab dan ketekunan.

Pada usia 25 tahun, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan kepercayaan dari seorang wanita terkemuka Makkah, Khadijah binti Khuwailid. Khadijah dikenal sebagai pengusaha yang sukses, dengan latar belakang keluarga pedagang kaya yang berhasil mempertahankan kekayaan serta pengaruh di masyarakat Quraisy.

Meski hidup di masyarakat yang patriarkal, Khadijah mampu mengelola dan memperluas bisnis keluarganya dengan cakap. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Khadijah juga terkenal karena kemurahan hatinya dan kepeduliannya terhadap sesama. Beliau dijuluki “Putri Quraisy” dan “Sang Suci” karena kejujuran dan kedermawanannya.

Meski Khadijah tidak pernah turut serta dalam perjalanan dagang, ia mempercayakan bisnisnya pada para perwakilan yang diupah dengan imbalan tertentu. Pada tahun 595 M, ia membutuhkan seseorang untuk mewakili perdagangannya ke Suriah, dan nama Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam direkomendasikan oleh Abu Thalib, paman beliau.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan julukan Al-Amin (yang tepercaya) dan Al-Shadiq (yang jujur), kualitas yang jarang ditemui di kalangan pedagang pada masa itu.

Saat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke Makkah, hasil usaha beliau memberi keuntungan lebih besar dari biasanya bagi Khadijah. Selain keuntungan, Khadijah juga mendengar cerita tentang ketulusan, kejujuran, dan kesantunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini membuat Khadijah semakin tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.

Khadijah akhirnya mengutus temannya, Nafisah, untuk menyampaikan minatnya untuk menikahi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pertemuan keluarga kemudian diadakan, dan Hamzah, paman Muhammad Saw, mewakili beliau untuk berbicara dengan Amr ibn Asad, paman Khadijah, guna menyepakati pernikahan.

Dengan demikian, jelas bahwa anggapan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pengangguran sebelum menikah dengan Khadijah adalah keliru. Sebaliknya, beliau adalah seorang pekerja keras yang menunjukkan karakter mulia melalui profesinya, serta berhasil membangun reputasi sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *