KTQS # 2060
KEUTAMAAN MENJAGA KESUCIAN DENGAN WUDHU
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dan tidaklah seorang yang menjaga wudhunya melainkan dia seorang mukmin”.
(HR.Ibnu Majah, Ad-Darimi , dari Tsauban)
Berkata Ibnu Taimiyah :
“Sesungguhnya berwudhu merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, terkadang wudhu’ seseorang batal dalam keadaan tidak seorang pun mengetahuinya, sehingga tatkala dia senantiasa menjaganya, maka dia tidak menjaganya melainkan karena Allah, dan siapa yang demikian keadaannya, maka ia seorang mukmin”. (Majmu’ Al Fatawa: 18/ 261)
KISAH SANDAL BILAL
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan shalat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku”. (Muttafaqun ‘alaih)
SHALAT SUNNAH WUDHU
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu,ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga”. (HR. Muslim, no. 234)
Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri melaksanakan dua rakaat dengan tidak berucap (konsentrasi ketika shalat), maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari, no. 160 dan Muslim, no. 22)
Sholat sunah setelah berwudhu atau bisa juga disebut syukrul wudhu.

