KTQS # 2058 KEDUNGUAN DI SISI ALLAH : RIYA YANG TERSEMBUNYI.

KTQS # 2058

KEDUNGUAN DI SISI ALLAH : RIYA YANG TERSEMBUNYI.

“Merendahkan diri meninggikan mutu”, begitulah kira-kira bahasa kita sehari-hari yang sering kita dengar.

Hal ini sudah di ingatkan oleh para salafush shalih dan para ulama khalaf, bahwa hal tersebut merupakan bagian dari riya.

Maksudnya dengan mencela diri itu adalah merendahkan diri bersikaf tawadhu, namun dibalik itu sebenarnya adalah riya.

Dengan mengucapkan : “Saya ini hanya seorang yang miskin ilmu”, “Apalah saya ini dibandingkan dengan kalian”, “Da aku mah apa atuh”, “Saya sih orangnya apa adanya, gak neko neko, lurus lurus aja”, “Apalah saya ini cuman ngurus ngurus masjid dan pesantren”dll. Sehingga terkesan oleh yang mendengar sebagai orang yang baik hati, orang yang rendah hati, shaleh, dll.

Berkata Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah :

“Disini terdapat titik yang yang paling kecil (halus) yaitu: bahwa seseorang terkadang mencela dirinya diantara manusia, dengan hal itu dia ingin memperlihatkan kepada manusia bahwa dia seorang yang rendah diri, lalu dengan hal itu dia terangkat mulia disisi mereka dan mereka memujinya dengannya, ini termasuk hal yang paling kecil (halus) dalam bab masalah riya”. (Dzammul mal wal jah hal: 34/35)

Berkata Muthrif Bin Syikhkhir rahimahullah :

“Cukuplah sebagai bentuk menyanjung diri sendiri engkau mencela (diri sendiri) di hadapan khalayak ramai, seakan dengan mencelanya (padahal) engkau menginginkan kemuliaannya, dan ini merupakan kedunguan di sisi Allah”. (Majmu’ rasailihi 1/88)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *