KTQS # 885 Penggunaan kata “Insyaa Allah” dan cara penulisannya.

KTQS # 885

Penggunaan kata “Insyaa Allah” & cara penulisannya.

 

A. Fungsi yang benar
1. Untuk menekankan sebuah kepastian.
Firman Allah : “Sesungguhnya kalian pasti akan memasuki masjidil haram, insyaa Allah dalam keadaan aman”. (QS. Al-Fath: 27)”

2. Untuk menyatakan kesungguhan akan tetapi keberhasilan pelaksanaannya di tangan Allah.
“Bulan depan saya akan umroh insyaa Allah”. Niat & biaya sudah ada dan pasti. Namun semuanya di tangan Allah.

3. Kondisi ragu-ragu, namun masih ada keinginan dan berusaha.

 

B. Fungsi yang salah.

Sebagai senjata perlindungan untuk melarikan diri atau untuk menolak/ngeles.

Seperti perkataan seseorang tatkala diundang ke sebuah acara, lantas dalam hatinya ia tdk mau hadir, maka ia pun berkata, “Insyaa Allah”

Atau tatkala diminta bantuan lantas ia tidak berkenan, maka dengan mudah ia berlindung di balik kata Insyaa Allah.

Kalimat “Insyaa Allah” yg seharusnya utk menyatakan kesungguhan malah digunakan sebagai perisai, perlindungan utk menolak, ngeles / tdk mau.

 

C. Bagaimana penulisan yang benar?

Tidak ada Transliterasi Baku dari huruf arab ke huruf latin, setiap negara berbeda. Seperti halnya Ya Rahman Ya Rahiim/Ya Rachman Ya Racheem, Allah/Alloh, Muhammad/Mohammed/Mohamet/muhamad, dll.

Jangan jadi polemik yg tidak berkualitas, informasi yg beredar itu (Arti dari : Insha Allah, Insya Allah, Insyaa Allah, insa Allah, disambung atau tidak disambung penulisannya), adalah informasi jangan sampai salah menulis dalam huruf arabnya bukan latin. Hanya informasi yang beredar menjadi ganjil setelah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia dan di huruf latinkan.

Jadi tidak masalah bagaimana pun transliterasinya kedalam huruf latin.

Yang penting penulisan arabnya benar : اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Bukan إِنْشَاء الله

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *