All for Joomla All for Webmasters

KTQS # 1608 DIANGGAP MAHRAM : Saudara Ipar (2)

KTQS # 1608

DIANGGAP MAHRAM :
Saudara Ipar (2)

Di luar istilah mahram muabbad, ada istilah lain lagi, yaitu mahram muaqqat. Mahram jenis ini punya konsekuensi hukum terbatas, yaitu sekedar tidak boleh terjadinya pernikahan.

Nah, saudara ipar termasuk kelompok yang kedua ini, yaitu haram dinikahi sementara. Tapi mahram disini bersifat khusus, karena tetap berlaku larangan-larangan yang ditetapkan pada non mahram. Seperti misalnya haram berduaan dengan Ipar, bersentuhan, bersalaman, menampakkan aurat dan seterusnya.

Rasulullah saw memberi peringatan: “Jangan kamu sekalian masuk ke dalam (ruang) wanita. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah bagaimana dengan saudara ipar?”. Rasulullah menjawab, “Saudara ipar adalah kebinasaan (banyak terjadi zina antara seorang lelaki dengan iparnya).” (HR. Ahmad)

Saudara ipar termasuk orang yang haram dinikahi dengan dalil firman Allah: “Dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau.” (QS An-Nisa: 23).

Ayat ini menjelaskan haramnya seorang laki-laki menikahi dua orang wanita kakak beradik dalam satu kurun waktu yang sama. Bila sudah menikahi kakaknya, maka haram menikahi lagi adiknya. Begitu juga sebaliknya, bila sudah menikahi adiknya, maka haram disaat yang sama menikahi kakaknya.

Jadi saudara ipar itu termasuk mahram muaqqat (sementara), yaitu haram dinikahi selama saudarinya masih berstatus isteri. Bila saudarinya itu sudah bukan lagi menjadi isteri, mungkin karena meninggal atau cerai, maka status mahramnya hilang dan ia boleh dinikahi.

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *