All for Joomla All for Webmasters

KTQS # 1489 TERTAWA & MENANGIS (3) TERTAWA BERBUAH DOSA

KTQS # 1489

TERTAWA & MENANGIS (3)

TERTAWA BERBUAH DOSA

Tertawa yang tidak terkendali bisa berdampak buruk bagi diri dan orang lain. Sering kita jumpai awalnya orang senda gurau lalu berakhir dengan kebencian dan pertengkaran.

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak mena­ngis.” (HR. Bukhari 8/217)

Dampak Tertawa dan Membuat Tawa

Hati sulit mengingat Allah.

“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguh­nya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi 2/50)

Pelawak biasanya berbohong untuk membuat orang lain tertawa.

“Celakalah orang yang berbicara padahal ia berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia.” (HR. Abu Dawud 4/454)

Kufur orang Menertawakan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rosul-Nya.

Surat at-Taubah ayat 65-66, dan :
“Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.” (QS. az-Zukhruf [43]: 47)

Berdosa Menertawakan Orang Yang Beriman.

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah me­reka yang menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Muthoffifin [83]: 29)

Menjadi Pengejek & Penertawa orang-orang yang mengamalkan Sunnah & Agama

“Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mener­tawakan mereka.” (QS. al-Mu’minun [231: :110)

Baca surat az-Zukhruf [43]: 47, surat an-Ni­sa'[4]:140, al-An’am [6]: 5 dan 10, al-Hijr [15]: 11, al-Kahfi [18]: 56 dan 106, ar-Rum [30]: 10, dan surat lainnya.

INGAT !

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu me­reka kerjakan.” (QS. at-Taubah [9]: 82)

Ibnu Abbas ra menafsirkan : “Dunia ini hanya sebentar, silahkan tertawa wahai orang yang suka tertawa. Jika anda meninggalkan dunia dan mengahadap Allah swt kalian akan menangis sepanjang masa.”

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *