KTQS # 1478 AIR LIUR

KTQS # 1478

AIR LIUR

Air liur manusia tidaklah najis dan tidak kita temukan dalil yang menunjukkannya sebagai benda najis. Baik air liur orang yang beragama Islam atau air liur orang kafir sekalipun tetap suci hukumnya.

Hadits Abu Bakar berikut ini: “Rasulullah SAW diberikan susu lalu beliau meminumnya sebagian, lalu disodorkan sisanya itu kepada a`rabi (kafir) yang ada di sebelah kanannya dan dia meminumnya, lalu disodorkan kepada Abu Bakar dan beliau pun meminumnya (dari wadah yang sama) lalu beliau berkata, ‘Ke kanan dan ke kanan’”. (HR. Bukhari)

Sedangkan tidak najisnya air liur sesama muslim, kita dapati dalil yang mendasarinya adalah hadits berikut ini:
Dari Aisyah ra berkata, “Aku minum dalam keadaan haidh lalu aku sodorkan minumku itu kepada Rasulullah SAW. Beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku”. (HR. Muslim no 300)

“Aku melihat Rasulullah saw menggendong Husain bin ‘Ali di atas pundak beliau, dan air liur Husain menetes mengenai beliau”. (HR. Ibn Majah 658 dan Imam Ahmad no. 9779)

Termasuk air liur yang keluar ketika seseorang tidur statusnya suci dan tidak najis.

Adapun ayat yang menyebutkan bahwa orang-orang musyrik itu najis, sesungguhnya najis yang dimaksud dari ayat ini adalah najis secara maknawi, bukan hakiki.

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis,…”. (QS. at-Taubah 28)

Kesimpulan : Liur, keringat, air mata, atau cairan yang keluar dari hidung, semuanya suci. Inilah hukum asal. Sementara kencing, kotoran, dan setiap yang keluar dari dua jalan, statusnya najis. Liur yang keluar dari seseorang ketika dia tidur, termasuk benda suci, sebagaimana ingus, dahak atau semacamnya. Karena itu, tidak wajib bagi seseorang untuk mencucinya atau mencuci baju yang terkena liur. (al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan, 5/10). Tambahan : Semua yang keluar dari hidung dan mulut tidak membatalkan shalat, kecuali dari dua jalan yaitu,air kencing dan tahi.

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *