All for Joomla All for Webmasters

KTQS # 1452 HARAMKAH MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU DI BULAN DZULHIJAH?

KTQS # 1452

HARAMKAH MEMOTONG RAMBUT DAN KUKU DI BULAN DZULHIJAH ?

Jika dihubungkan dengan ibadah haji, di mana qurban itu merupakan bagian yg tak terpisahkan di sana, maka larangan ini sebenarnya bagi yg melaksanakan haji saja, sebagaimana firman Allah swt dalam ayat yg menerangkan tentang haji :

“Janganlah kamu mencukur (rambut) kepalamu sebelum hewan kurban sampai pada tempat penyembelihannya“. (Al-Baqarah : 196)

Mazhab Al-Hanafiyah tegas mengatakan bahwa tidak ada dasar kesunnahannya untuk melarang orang yg menyembelih hewan udhiyah itu memotong rambut dan kuku.

Alasannya, karena orang yang ingin menyembelih hewan qurban tidak diharamkan untuk berpakaian biasa dan berjima’. Lain hal nya yg sedang berhaji, mereka wajib berihram dan haram berjima’, mereka dilarang memotong rambutnya sampai sembelihannya selesai dilakukan.

Asy-Syairazi (w. 476 H) dari mazhab Asy-syafi’iyah dalam matan Al-Muhazzab menyebutkan :

“Dan hal itu bukan kewajiban, karena dia tidak dalam keadaan ihram. Maka tidak menjadi haram untuk memotong rambut dan kuku”.

Hadits dari Aisyah yang menguatkan bahwa larangan Nabi SAW bukan bersifat keharaman, beliau berkata, ”Aku pernah menganyam tali kalung hewan udhiyah (hewan qurban) Rasulullah saw, kemudian beliau mengikatkannya dengan tangannya dan mengirimkannya dan beliau tidak berihram (mengharamkan sesuatu) atas apa-apa yang dihalalkan Allah swt, hingga beliau menyembelihnya”. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah mengirimkan hewan kurbannya melalui ayah Aisyah, yaitu Abu Bakar, ke Mekah. Jadi, beliau berkurban namun tidak melakukan haji dan Rasulullah saw tidak mengharamkan apapun seperti larangan orang yg sedang berhaji, termasuk dalam hal ini adalah larangan memotong rambut dan kuku.

Jadi bukan sebagai larangan yg bersifat haram (karahatu at-tahrim), melainkan sebagai larangan yg bersifat makruh (karahatu at-tanzih).

Keharaman pequrban memotong rambut dan kuku berlaku bagi pequrban yg melaksanakan ibadah haji saja.

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *