All for Joomla All for Webmasters

KTQS # 1386 BOLEHKAH ZAKAT UNTUK PEMBANGUNAN MASJID ?

BOLEHKAH ZAKAT UNTUK PEMBANGUNAN MASJID ?

KTQS # 1386

ZAKAT UNTUK PEMBANGUNAN MASJID, BOLEHKAH?

Allah swt telah menyebutkan bahwa zakat harta hanya untuk 8 golongan disebut dalam al-Qur’an :

‎(إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ) (التوبة:60)
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu’allaf (yang dilunakkan hatinya), untuk (memerdekaan) budak, untuk orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Qs. 9/At Taubah:60)

KAJIAN AYAT :

Ayat ini dimulai dgn lafadz innama (إنما) yang fungsinya lil hashr, atau untuk mengkhususkan dan pembangunan masjid tidak termasuk dalam 8 golongan tersebut

Dan pembangunan masjid tidak dapat diqiyaskan dgn fiisabiilillah (وفي سبيل الله) karena yg rajih bahwa (في سبيل الله) di dalam ayat di atas maksudnya adalah jihad dalam arti khusus yaitu jihad (memerangi) orang kafir untuk membeli perlengkapan yg diperlukan untuk perang dll.

Berkata Ibnu Zaid ketika menafsirkan وفي سبيل الله : “Orang yg berperang di jalan Allah.” (Dikeluarkan oleh Ath-Thabary dalam Tafsirnya 14/319)
Berkata Ath-Thabary: “Dan adapun firman Allah: (وفي سبيل الله)…memerangi musuh-musuhNya, dan yg demikian itu adalah peperangan dgn orang-orang kafir.” (Tafsir Ath-Thabary 14/319)

Masjid tidak memiliki sifat tamlik. Karena masjid atau gedung semacamnya tidak bisa memiliki. Ini menurut ulama yg mempersyaratkan penerima zakat harus tamlik (kemampuan memiliki)”. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 23/329)

Jadi dari kajian diatas disimpulkan bahwa, pembangunan masjid tidak boleh menggunakan dana zakat tapi menggunakan dana infaq/sedekah atau wakaf.

Salam !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *